Kamis, 15 Oktober 2020

Cegah Stunting dengan Kenali Penyebabnya

Jumlah anak Stunting di Indonesia tertinggi di Asia Tenggara. Anak Stunting yang terjadi di Indonesia tidak hanya dialami oleh keluarga yang miskin dan kurang mampu, tetapi juga dialami oleh keluarga yang tidak miskin/yang berada di atas 40% tingkat kesejahteraan sosial dan ekonomi, walaupun angkanya semakin memburuk pada kelompok masyarakat miskin.

Penyebab STUNTING :
1. Praktik pengasuhan yang tidak baik 
- Kurang pengetahuan tentang kesehatan dan gizi sebelum dan pada masa kehamilan
- 60% dari anak usia 0-6 bulan tidak mendapatkan ASI ekskusif
- 2 dari 3 ank usia 0-24 bulan tidak menerima MP-ASI

2. Terbatasnya layanan kesehatan termasuk layanan ANC (Ante Natal Care), Post Natal dan pembelajaran dini yang berkualitas
- 2 dari 3 ibu hamil belum mengkonsumsi suplemen zat besi yang memadai
- 1 dari 3 anak usia 3-6 tahun tidak terdaftar di PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini)
- Menurunnya tingkat kehadiran anak di Posyandu (dari 79% di 2007 menjadi 64% di 2013)
- Tidak mendapat akses yang memadai ke layanan imunisasi

3. Kurangnya akses ke makanan bergizi
- 1 dari 3 ibu hamil anemia
- Makanan bergizi mahal

4. Kurang akses ke air bersih dan sanitasi
- 1 dari 5 rumah tangga masih BAB di ruang terbuka
- 1 dari 3 rumah tangga belum memiliki akses ke air minum bersih
- Cuci tangan dengan benar masih rendah

Penanggulangan STUNTING
Intervensi Gizi Spesifik
1. Intervensi dengan sasaran Ibu Hamil :
- Memberikan makanan tambahan ada ibu hamil untuk mengatasi kekurangan energi dan protein kronis.
- Mengatasu kekurngan zat besi dan asam folat dengan mengonsumsi tablet TT.
- Mengatasi kekurangan Iodium.
- Menanggulangi kecacingab pada ibu hamil.
- Melindungi ibu hamil dari Malaria.

2. Intervensi dengan sasaran Ibu Menyusui dan Anak Usia 0-6 bulan :
- Mendorong Inisiasi Menyusu Dini (pemberian ASI jolong/colostrum)
- Mendorong pemberian ASI ekslusif
- Mendorong ibu mencuci tangan dengan benar

3. Intervensi dengan sasaran Ibu Menyusui dan Anak Usia 7-23 bulan : 
- Mendorong pemberian ASI hingga usia 23 bulan didampingi oleh pemberian MP-ASI.
- Menyediakan obat cacing.
- Menyediakan suplementasi Zink.
- Melakukan fortifikasi zat besi ke dalam makanan.
- Memberikan perlindungan terhadap Malaria.
- Memberikan imunisasi lengkap.
- Melakukan pencegahan dan pengobatan Diare.

Intervensi Gizi Sensitif
- Menyediakan dan memastikan akses pada air bersih.
- Menyediakan dan memastikan akses pada sanitasi.
- Melakukan fortifikasi bahan pangan.
- Menyediakan akses kepada layanan kesehatan dan keluarga berencana (KB).
- Menyediakan jaminan kesehatan nasional (JKN).
- Menyediakan jaminan persalinan universal (Jampersal).
- Memberikan pendidikan pengasuhan ada orang tua.
- Memberikan pendidikan anak usia dini (PAUD)
- Memberikan pendidikan gizi masyarakat.
- Memberikan edukasi kesehatan seksual dan reproduksi, serta gizi pada remaja.
- Menyediakan bantuan dan jaminan sosial bagi keluarga miskin.
- Meningkatkan ketahanan pangan dan gizi.

Rabu, 26 Agustus 2020

Sudah tahu tentang IMD, Bunda?

GLOBAL STRATEGY OF INFANT AND YOUNG CHILD FEEDING (Rekomendasi UNICEF, WHO, 2003)

1. Melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) selama 1 jam segera setelah bayi lahir
2. Membetikan hanya ASI saja pada bayi lahir sampai berumur 6 bulan
3. Memberikan Makanan Pendamping ASI pada bayi mulai umur 6 bulan ke atas
4. Meneruskan pemberian ASI sampai anak berumur 2 tahun


Inisiasi Menyusu Dini (IMD)
Inisiasi Menyusu Dini (IMD) adalah proses menyusu yang dimulai segera setelah bayi lahir yang dilakukan dengan cara menengkurapkan bayi di perut/dada ibu sehingga kulit ibu melekat ada kulit bayi (terjadi kontak kulit dengan kulit antara ibu dan bayi) yang berlangsung selama minimal satu jam.

Tujuan IMD 
1. Meningkatkan ikatan kasih sayang ntara ibu dan bayi. Sehingga ibu dan bayi menjadi lebih tenang karena adanya kontak kulit
2. Saat IMD, bayi menelan bakteri baik dari kuit ibu yang akan membentuk koloni di kulit dan usus bayi sebagai perlindungan diri
3. Mengurangi pendarahan setelah melahirkan 
4. Mengurangi terjadinya anemia

Sumber : Pedoman Konseling Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) Kementerian Kesehatan RI tahun 2019

Jumat, 24 Januari 2020

KENAPA SIH HARUS MEMBERIKAN ASI EKSLUSIF SELAMA 6 BULAN???

GLOBAL STRATEGY OF INFANT AND YOUNG CHILD FEEDING (Rekomendasi UNICEF, WHO, 2003)
  1. Melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) selama 1 jam segera setelah bayi lahir
  2. Memberikan ASI saja pada bayi lahir sampai berumur 6 bulan
  3. Memberikan makanan pendamping ASI pada bayi mulai umur 6 bulan ke atas
  4. Meneruskan pemberian ASI sampai anak berumur 2 tahun
Gambar terkait
ASI ekslusif adalah pemberian ASI saja kepada bayi selama 6 bulan pertama tanpa tambahan makanan cair seperti susu formula, air jeruk, air the, air putih dan tanpa tambahan makanan padat seperti pisang, papaya, bubur susu, biscuit, bubur nasi atau tim, kecuali obat tetes/sirup yang direkomendasikan oleh dokter.

Setelah 6 bulan, ASI tetap diberikan dan mulai diberikan makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang berkualitas sesuai umur. Pemberian ASI dilanjutkan sampai anak berumur 2 tahun.
Pemenuhan gizi pada bayi umur 0-6 bulan…
  • Kebutuhan gizi bayi usia 0-6 bulan, cukup terpenuhi dari ASI saja
  • Barikan ASI yang pertama keluar dan berwarna kekuningan (kolostrum)
  • Susui anak dalam kondisi menyenangkan, nyaman dan penuh perhatian
  • Dukungan suami dan keluarga penting dalam keberhasilan ASI ekslusif

Manfaat ASI ekslusif bagi bayi :
  1. Makanan terbaik bagi bayi, praktis dan mudah dicerna
  2. Zat gizi yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi
  3. Aman dan bersih
  4. Anti alergi
  5. Menjalin hubungan psikologi antara ibu dan bayi
  6. Mengurangi risiko obesitas
  7. Otak anak berkembang sempurna dan lebih baik
  8. Membuat anak lebih cerdas
  9. Mencegah stunting

Manfaat memberikan ASI ekslusif bagi Ibu:
  1. Suatu kebanggaan dari Ibu
  2. Perkembangan psikis antara Ibu dan anak
  3. Mengurangi tingkat depresi pada Ibu
  4. Rahim ibu kembali ke ukuran sebelum hamil
  5. Mempercepat berhentinya pendarahan setelah melahirkan
  6. KB alami selama 6 bulan
  7. Murah/menghemat pengeluaran anggaran rumah tangga
  8. Membantu ibu menurunkan berat badan
  9. Mengurangi kemungkinan kanker payudara
Referensi : ASI ekslusif. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. 2019

Minggu, 05 Januari 2020

YUK KENALI TBC AGAR DAPAT KITA CEGAH PENYEBARANNYA

Hasil gambar untuk tbc
Tuberculosis yang dikenal sebagai TBC, merupakan penyakit menular yang menyerang seluruh golongan masyarakat dan mengakibatkan menurunnya produktivitas, terjadinya kecacatan dan kematian yang berdampak pada kekuatan dan ketahanan keluarga dan masyarakat.

Indonesia merupakan salah satu dari 10 negara dengan beban TBC yang tinggi. Untuk menurunkan beban TBC harus ditemukan kasus TBC sedini mungkin dan sebanyak-banyaknya di dalam masyarakat, untuk mendapatkan pengobatan sampai sembuh.

TBC BUKAN PENYAKIT KETURUNAN, BUKAN DISEBABKAN OLEH KUTUKAN, DAN BUKAN PULA KARENA GUNA-GUBA…!!!

Tuberculosis (TBC) adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TBC (Mycrobacterium tuberculosis). Sebagian besar kuman TBC menyerang paru, tetapi dapat juga mengenai organ atau bagian tubuh lainnya (misalnya : tulang, kelenjar, kulit, dll).

TBC dapat menyerang siapa saja, terutama menyerang usia produktif/masih aktif bekerja (15-50 tahun) dan anak-anak. TBC dapat menyebabkan kematian. Apabila tidak diobati, 50% dari pasien akan meninggal setelah 5 tahun.

Apa saja sih gejalanya???
Gejala utamanya yaitu, batuk terus menerus dan berdahak selama 2 minggu atau lebih
Gejala lain :
  1. Batuk bercampur darah
  2. Sesak nafas dan nyeri dada
  3. Nafsu makan berkurang
  4. Berat badan turun
  5. Lemas
  6. Demam/meriang berkepanjangan
  7. Berkeringat di malam hari tanpa melakukan kegiatan

Bagaimana kuman TBC bisa menular???
  1. Kuman TBC keluar di udara ketika pasien TBC batuk, bersin atau berbicara
  2. Kemudia kuman terhirup oleh orang lain melalui saluran pernafasan menuju paru-paru dan dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya
  3. Di dalam tubuh, kuman TBC di lawan oleh daya tahan tubuh
  4. Jika daya tahan tubuh kuat, orang tersebut tetap sehat
  5. Namun, jika daya tahan tubuh lemah, orang tersebut menjadi sakit TBC

Lalu, apa saja yang menjadi faktor risiko penularan TBC???
  1. Pasien TBC paru dengan BTA (Basil Tahan Asam) positif lebih berisiko penularan
  2. Jumlah percikan dahak dalam udara dan lamanya menghirup udara tersebut
  3. Kontak erat dengan pasien TBC
  4. Tinggal di daerah padat penduduk, ventilasi udara tidak mampu menggerakkan udara keluar dan sinar matahari tidak masuk
  5. Tempat orang berkumpul (tempat kerja, asrama/pesantren, sekolah, pengajian)
  6. Orang yang bekerja dengan bahan kimia yang berisiko menimbulkan paparan infeksi paru
  7. Orang dengan penyakit HIV dan/atau DM lebih mudah menjadi sakit TBC
  8. Orang dengan status gizi rendah


Sumber : Buku Saku Kader TBC, 2019

Senin, 28 Januari 2019

Memperingati Hari Gizi Nasional ke-59

Assalamualaikum Wr. Wb.
Masih hangat-hangatnya memperingati Hari Gizi Nasional ke-59 tepatnya pada tanggal 25 Januari 2019 lalu. Sebagai salah satu Nutrisionis aku gak mau dong ketinggalan dalam meperingatinya. Tema untuk HGN tahun ini adalah “Keluarga Sadar Gizi, Indonesia Sehat dan Produktif”.
Kebetulan posisiku sedang ada di Jakarta nih, dan bisa ikut kegiatan yang diadakan di Car Free Day hari Minggu tanggal 27 Januari 2019. Berlokasi di  depan Gedung Kementerian Agama Jakarta. Acara diawali dengan sambutan dan dilanjut gerak jalan bersama Nutrisionis dari berbagai instansi.
Setelah kegiatan gerak jalan, kami diajak senam Zumba bersama meski ada sedikit masalah dengan sound sistemnya. Semua berjalan seru banget. Oh iya, sebelumnya kami sedikit khawatir karena sejak dini hari, hujan menguyur Ibukota dengan cukup deras. Hingga sebelum gerak jalan gerimis pun masih mengiringi kami. 



Seberapa seru senam Zumba kami? Ini dia sedikit cuplikannya…

Seru kaaannn???
Nah, setelah senam Zumba aku dan teman-teman FORGIZINESIA punya acara tersendiri. Hehe maaf ya panitia kami tidak ikut keseruan lanjutan bersama kalian. Oh iya, pasti kalian bertanya apa itu FORGIZINESIA kaan??? Nih aku jelasin sedikit, sedikit aja ya? Kalau mau tau banyak bisa cek di akun Instagram kami @FORGIZINESIA

FORGIZINESIA adalah Forum Tenaga Gizi Nusantara Sehat Se-Indonesia. Itu mah kepanjangannya yah, hehe. Forum ini merupakan wadah bagi para tenaga gizi atau yang biasa aku sebut Nutrisionis di blog, yang berkecimpung dalam Program Nusantara Sehat. Tujuannya untuk saling bersilaturahmi, meningkatkan pengetahuan dan kompetensi, serta untuk memberikan peluang karir.
Untuk informasi lengkapnya kalian juga bisa kunjungi website kami di forgizinesia.com.
Oke, kita lanjut lagi. Setelah semua permainan disiapkan, kakak-kakak dari FORGIZINESIA mulai mengajak adik-adik yang ikut CFD untuk bermain bersama. Kami membuat 2 permainan, yaitu Ular Tangga dan Puzzle Isi Piringku.
1.     Ular Tangga
Disini adik-adik tidak hanya diajak bermain ular tangga saja, tetapi juga diajak belajar untuk mengetahui hal-hal seputar Gizi atau Nutrisi dan kesehatan. Dalam setiap kotak terdapat gambar-gambar lucu. Khusus yang ada tangga dan ular, gambar pada kotak tersebut memiliki keterkaitan loh.
Dan setiap peserta yang berhasil menduduki kotak dengan menaiki tangga ataupun turun karena ular akan mendapatkan sebuah pertanyaan. Bagi adik-adik yang bisa menjawab akan mendapatkan 1 poin. Dan permainan akan berakhir jika salah satu pemain berhasil mencapai kotak nomor 49.


Saking serunya bermain dan belum juga menang, salah satu pemain sampai tidak mau diajak pulang oleh mamahnya loh. Aku jadi ikut senang menyaksikannya, tingkah adik ini lucu sekali saat akan mengocok dadu hingga pindah ke kotak yang dituju. Ini dia adik lucunya…

Terima kasih partisipasinya ya adik manis.


2.    Puzzle Isi Piringku
Selanjutnya adalah permainan Puzzle dengan tema “Isi Piringku”. Apasih Isi Piringku?

Pasti 2 kata diatas masih asing dari pendengaran kalian yah? Nih aku jelasin, wajib banget buat kalian pahami geng. Isi Piringku menggambarkan porsi makan yang dikonsumsi dalam satu piring untuk setiap kali makan dengan memperhatikan Gizi Seimbang.
Porsi Isi Piringku yang dianjurkan adalah makanan pokok (sumber karbohidrat) dengan porsi 2/3 dari 1/2 piring. Lauk-pauk (sumber protein) 1/3 dari 1/2 piring. Sayur-sayuran (sumber vitamin dan mineral) dengan porsi 2/3 dari 1/2 piring dan buah-buahan 1/3 dari 1/2 piring.
Nah Disini, selain diajak bermain menyusun puzzle, adik-adik juga mendapatkan edukasi tentang Isi Piringku. Saat ditanya, masih banyak adik-adik yang makan tanpa sayur, padahal sayur memiliki komposisi yang cukup besar dalam Isi Piringku.


Ternyata peserta permainan puzzle nya pintar-pintar nih, mereka cukup cepat dalam menyusun Puzzle Isi Piringku. Aku dan teman-teman FORGIZINESIA senang sekali karena banyak adik-adik, kakak-kakak, bahkan orang tua yang ikut serta dalam permainan yang kami persiapkan.

Terima kasih juga untuk semua peserta Puzzle Isi Piringku atas partisipasinya.



Pokoknya seru banget deh kemarin, sekali lagi terima kasih untuk adik-adik dan teman-teman yang ikut serta dalam kegiatan memperingati Hari Gizi Nasional. Semoga keluarga kita selalu sadar gizi, Indonesia Sehat dan Produktif. 

Selamat Hari Gizi Nasional ke-59
Salam Svasta Harena

Kamis, 03 Januari 2019

Tersembunyi Namun Penuh Keindahan

Hai...
Assalamualaikum...
Wah, udah lama banget nih aku gak ngeblog. Semua terjadi karena keterbatasan signal, hehe cuma alasan bilang aja malas. Kadang bingung mau nulis tentang apa. Nah, spesial di awal tahun 2019 ini aku mau sharing sama kalian geng. Lain dari postingan aku sebelumnya, kalau biasanya tentang review atau materi tentang kesehatan kali ini aku mau ceritain tempat aku sebenarnya. Tepatnya sejak bulan Mei 2017, bulan dimana Jakarta untuk sementara waktu tidak menjadi kota yang aku tinggali.


Saat ini statusku adalah pegawai kontrak Kementerian Kesehatan, sebagai salah satu anggota Tim Nusantara Sehat. Buat kalian yang mungkin sama sekali belum kenal, nih aku jelasin sedikit tentang Nusantara Sehat. Program Nusantara Sehat merupakan salah satu bentuk kegiatan yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan dalam upaya mewujudkan fokus kebijakan penguatan Pelayanan Kesehatan (Yankes) Primer.

Program ini merupakan program lintas Kemenkes yang fokus tidak hanya pada kegiatan kuratif tetapi juga promotif dan preventif untuk mengamankan kesehatan masyarakat (public health) dari daerah yang paling membutuhkan sesuai dengan Nawa Cita, "membangun dari pinggiran". Yang ditugaskan disini adalah tenaga kesehatan yang bertugas di Daerah Tertinggal, Perbatasan dan Kepulauan (DTPK).

Profesi aku selama ini adalah seorang Nutrisionis atau ahli gizi, tidak begitu dikenal seperti dokter, bidan atau perawat. Yang gak tau nanti search aja yah. Sejak akhir bulan Mei 2017 aku bekerja di Puskesmas Pasimarannu, Kab. Kepulan Selayar. Tempat yang sebelumnya gak pernah aku tahu posisinya di sebelah mana di dalam peta, mungkin kalian pun gak nyangka bahwa pulau ini ada.

 
Pulau Bonerate, Kec. Pasimarannu, Kab. Kep. Selayar
Bingung, takut, gak tau harus apa dapat tugas di pulau yang benar-benar jauh dari daratan. Gak kebayang banget nanti kayak apa disana, rumah di daerah Ancol tapi gak pernah ke Pulau Seribu jadi gak tau sama sekali bagaimana kondisi di pulau. Tapi Alhamdulillah, tinggal 1 semester lagi masa tugas semua berjalan aman aja. Bahkan bahagia dan tenang karena di pulau ini semua masih alami banget, pemandangannya selalu bikin hati tenang. Aku mau cerita dulu soal perjalanan dari Jakarta hingga sampai disana, siapa tahu dari kalian ada yang berminat jalan-jalan atau bulan madu kesana, hihihi. 

Perjalanan dari Jakarta menuju Makassar sebaiknya ditempuh melalui jalur udara yang biasanya ditempuh kurang lebih 2,5 jam. Aku gak rekomendasiin buat naik kapal laut, karena pasti akan lama banget dan belum pernah coba sih sejujurnya. Tapi buat kamu yang hobi jalan-jalan mungkin bisa coba. Dari Makassar ada 3 alternatif perjalanan, yang pertama jalur paling cepat pastinya melalui udara dapat ditempuh hanya 20-30 menit. Kita akan langsung tiba di bandara Aroeppala, Kepulauan Selayar. Dari bandara kalian lanjut dengan kapal feri atau pelni dari pelabuhan. Dan kebetulan jadwal kapal ini tidak setiap hari ada, jadi kamu harus pastikan jadwal kapal sebelum menuju kesana. 

Pilihan kedua melalui jalur darat, yang ini jauh lebih panjang dan lama perjalanannya. Jalur daratnya bukan sampai langsung di pulau Bonerate, tapi menuju pelabuhan kapal feri. Dari bandara kita perlu naik taxi atau bus menuju terminal Malengkeri, dari sana lanjut dengan mobil panter menuju pelabuhan Bira selama 5-6 jam tergantung supir yang mengendarai. Oh iya, di Bira kalian bisa mampir dulu loh di Pantai Bira yang disebut juga Bali kedua Indonesia. 



Pantai Bira

Cantik kan? Maaf ya aku ambil di google, soalnya waktu kesana sibuk pose jadi tidak ambil gambar sekitar. Buat yang suka travelling, masukin deh ini ke list destinasi tahun 2019, gak bakal nyesel. 
Lanjut dari bira kita naik kapal Feri dan menempuh perjalanan sekitar 24 jam, ini tergantung cuaca ya geng. Selama di Feri, kita akan singgah di pulau Kayuadi, Jinato, dan Jampea.

Pilihan ketiga, dari bandara kalian bisa langsung menuju pelabuhan untuk naik kapal Pelni (Sabuk Nusantara) dan lagi aku ingetin, jika ingin naik kapal kalian perlu memastikan jadwal kapalnya ya. Jika naik kapal ini waktu tempuhnya jauh lebih lama, sekitar 4-5 hari karena beberapa kali singgah dan waktu singgah kapal cukup lama. Dan lagi, kalau kamu punya banyak waktu dan hobi travelling, naik kapal ini bisa jadi seru banget karena kamu bisa singgah di tempat-tempat baru dengan tarif yang sangat terjangkau.

Perjalanan pertama melanjutkan dengan kapal dari pilihan kedua dan ketiga ya geng, karena Selayar menjadi  salah satu tempat singgah kapal Feri dan Pelni. Ini bisa jadi opsi jarak dan waktu tempuh yang lebih efisien, buat kamu yang gak dapat waktu cuti lama, dan biayanya relatif lebih mahal. 

Okeee... langsung saja tiba di Pulau Bonerate 

Sebenarnya aku tugas di Pulau Bonerate dan Lambego, tapi kali ini aku ceritain Pulau Bonerate dulu aja yaahh. Disini terdapat 6 desa di wilayah kerja Puskesmas, Bonerate, Majapahit, Lamantu, Batu Bingkung, Bonea dan Sambali. Karena judul postingan kali ini tentang keindahan, jadi aku akan share foto pantai cantiknya aja ya...
Berikut foto-foto tempat yang bisa jadi referensi kamu kunjungi

Panta di Desa Batu Bingkung
Pantai di Desa Bonea
Sisi Lain Pantai di Desa Bonea
Pantai Lagundi
Masih Pantai di Desa Bonea

Jika dari kabupaten Kepulauan Selayar sebenarnya kamu bisa berkunjung ke salah satu Taman Nasional, yaitu Taka Bonerate. Taman Nasional Taka Bonerate adalah taman laut yang mempunyai kawasan atol terbesar ketiga di dunia setelah Kwajifein di Kepulauan Marshall dan Suvadina di Kepulauan Maladewa (ini aku baru tahu pas buka google, hehe). Untuk menuju kesana aku gak bisa informasikan bagaimana caranya dan biaya, kalian bisa dapatkan informasinya di Bandara Eroeppala.

Aku pernah kesana pada tahun 2017 akhir, jadi bisa sedikit berbagi gambar ke pada kalian. Ini dia...


Ini bukan aku ya, tapi teman satu timku
Pintu masuk 
Tampak depan 
Dapat kesempatan kasi makan anak ikan hiu

Okee, balik lagi ke tempat tugasku. Mungkin pulau Bonerate bukan tempat wisata, namun jika kamu ingin berlibur atau honeymoon penduduk disana sangat terbuka untuk menemani kalian liburan. Yang penting kalian lapor dengan pejabat setempat, mereka akan sangat senang. Soal penginapan, di pintu masuk dekat dermaga ada pondok yang bisa kalian gunakan sebagai penginapan. Pemiliknya ramah sekali jadi kalian tidak perlu khawatir tidak berkunjung kesana.

Sekian ceritaku di awal tahun ini, semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan kalian ya. Jika ada kesalahan silahkan tinggalkan pesan di kolom komentar, postingan ini hanya berisi cerita yang aku alami. Selamat tahun baru 2019 dan sampai bertemu di postingan selanjutnya.