Kamis, 13 Februari 2014

#SuratCintaKemal



Aku bukan perempuan puitis nan romantis yang pintar untuk merangkai kata-kata indah. Aku mungkin tidak begitu mengenal sosokmu, aku baru benar-benar tau ada makhluk ciptaan Tuhan yang tampan, lucu meski agak banyak absurd-nya sepertimu, waktu kamu hendak mengisi di acara seminar kakak tingkat yang berjudul “Mineral water vs soft drink”. Dan hari itu adalah pertama kalinya aku dapat dengan jelas melihatmu.
            Waktu acara hampir selesai dan saatnya untuk menyaksikan stand up comedy-mu aku sengaja maju dan duduk tepat dibarisan kedua dibelakang kursi khusus pengisi acara hanya untuk melihatmu. Beberapa menit nunggu kehadiranmu dan akhir hampir semua orang teriak untuk menyambut kedatanganmu di ruang itu, rasanya gak nyangka bisa ada tepat di belakang tempat dudukmu. Semua mata tertuju padamu juga kamera di tangan mereka, tapi tidak untukku. Aku hanya bisa duduk dan menikmati saat berdekatan denganmu.
            Waktu berlalu dan rasa ini semakin aneh bagiku, aku mulai mencari semua informasi tentangmu dari semua sumber yang ada. Mungkin aku terlambat untuk mengagumimu, banyak wanita yang lebih dulu menyukaimu. Namun aku yakin, takkan ada kata terlambat untuk mencintaimu.
            Jutaan bintang di langit tak akan indah tanpa bulan, sama halnya aku yang tak sempurna tanpamu. Selama ini aku hanya bisa mengagumimu dari kejauhan seperti halnya planet pluto bergerak terus, berharap mampu menggapai sang surya. Meski pada akhirnya menghilang tanpa ada yang mengharapkannya untuk kembali.
Hanya bisa memandangmu dan berharap kau akan menyadari bahwa ada aku yang selalu memperhatikanmu. Aku mengerti inilah arti mengagumi, aku siap walau hanya bisa memandangmu dari jauh. Aku takkan memaksa tuk memiliki, meski selalu berdoa tuk bisa bersama mu. Andai engkau mengerti tapi kuharap engkau mengerti....
 

Tidak ada komentar: